Dari Kulit Durian dan Jeruk Nipis, Lahir Inovasi untuk Kualitas Udara - SMA Edu Global Medan - Integrated Cambridge School
Where EGS Students Go

Dari Kulit Durian dan Jeruk Nipis, Lahir Inovasi untuk Kualitas Udara

 

Tidak semua inovasi besar berawal dari laboratorium dengan peralatan yang rumit. Terkadang, sebuah gagasan justru dimulai dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari—bahkan dari sesuatu yang sering dianggap sebagai limbah.

Hal inilah yang coba dilakukan oleh Azra Nabila dan Atthar Rafi Adanii, siswa SMA Edu Global Medan, melalui karya penelitian mereka yang berjudul “DURI-LIME: Smart Air Purifier Berbasis Karbon Aktif Kulit Durian dan Jeruk Nipis dengan IoT untuk Mitigasi ISPA di Ruang Tertutup.”

Karya tersebut berhasil membawa keduanya melaju ke Final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 jenjang SMA, pada bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Lingkungan (MSTL), khususnya subbidang Matematika, Fisika Terapan, dan Teknologi Rekayasa.

Ketika Limbah Menjadi Bagian dari Solusi. Kulit durian dan jeruk nipis mungkin bukan dua bahan yang langsung terlintas ketika berbicara tentang teknologi penjernih udara. Namun, justru dari situlah penelitian ini menjadi menarik. Melalui DURI-LIME, siswa mencoba mengeksplorasi pemanfaatan kulit durian sebagai sumber karbon aktif, kemudian mengintegrasikannya ke dalam konsep smart air purifier. Teknologi Internet of Things (IoT) turut digunakan sebagai bagian dari pengembangan sistem sehingga inovasi tidak hanya berbicara mengenai pemanfaatan bahan alami, tetapi juga bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk mendukung solusi terhadap permasalahan di ruang tertutup.

Di balik sebuah alat, terdapat proses panjang yang tidak terlihat.

Ada pertanyaan yang harus dirumuskan, berbagai referensi yang perlu dipelajari, rancangan yang harus dikembangkan, pengujian yang perlu dilakukan, hingga proses mengevaluasi apakah gagasan yang dibuat benar-benar dapat bekerja sesuai tujuan. Dengan demikian, kompetisi riset menjadi lebih dari sekadar ajang untuk mempresentasikan sebuah produk.

Ia menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berpikir seperti seorang peneliti.

Dari Pertanyaan Menjadi Penelitian

Apa yang membuat sebuah ruang terasa nyaman untuk belajar?

Bagaimana kualitas udara di ruang tertutup dapat diperhatikan?

Bisakah bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah dimanfaatkan kembali?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang menjadi bagian dari proses lahirnya sebuah penelitian.

Azra dan Atthar kemudian membawa persoalan tersebut ke dalam sebuah gagasan yang menggabungkan sains, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan. DURI-LIME menjadi contoh bahwa penelitian siswa tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang jauh dan kompleks. Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber pertanyaan, sementara rasa ingin tahu menjadi awal dari pencarian jawabannya.

Perjalanan Menuju Babak Final

Keberhasilan melaju ke babak final KREASI 2026 menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan penelitian Azra dan Atthar. Namun, capaian tersebut juga membawa mereka pada tantangan berikutnya. Babak final bukan sekadar kesempatan untuk menunjukkan hasil karya, tetapi menjadi ruang untuk menguji sejauh mana mereka memahami penelitian yang telah dilakukan. Mereka perlu mampu menjelaskan gagasan, metode, proses pengembangan, serta alasan di balik setiap keputusan dalam penelitian mereka. Di sinilah proses belajar yang sesungguhnya berlangsung.

Sebab seorang peneliti muda tidak hanya belajar menemukan jawaban, tetapi juga belajar mempertanggungjawabkan proses yang membawanya sampai pada jawaban tersebut.

Riset sebagai Budaya Belajar

Bagi SMA Edu Global Medan, perjalanan Azra dan Atthar menjadi bagian dari semangat untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan curiosity, critical thinking, creativity, dan problem solving. Riset tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan untuk mengikuti kompetisi. Lebih jauh, penelitian dapat menjadi cara bagi siswa untuk melihat dunia dengan pertanyaan yang lebih kritis.

Mengapa sesuatu terjadi?

Bagaimana sesuatu dapat diperbaiki?

Apa yang dapat kita lakukan dengan sumber daya yang ada di sekitar kita?

Dan yang paling penting:

Apakah ide yang kita miliki dapat memberikan manfaat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi fondasi penting bagi generasi muda yang tidak hanya mampu menerima informasi, tetapi juga mampu menciptakan pengetahuan dan solusi baru.

Satu Penelitian, Sebuah Perjalanan

DURI-LIME mungkin bermula dari kulit durian, jeruk nipis, dan sebuah gagasan tentang kualitas udara. Namun, perjalanan penelitian ini membawa Azra dan Atthar jauh lebih dari itu.Mereka belajar bahwa sebuah inovasi membutuhkan keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk melakukan perbaikan, serta  kesiapan untuk menerima bahwa tidak semua percobaan akan langsung berhasil. Dan kini, perjalanan tersebut membawa mereka menuju babak final KREASI 2026. Apa pun hasil akhirnya nanti, proses yang telah mereka lalui telah memberikan satu pengalaman penting: bahwa siswa bukan hanya bisa menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat menjadi pencipta solusi.

Dari ruang kelas, lahir sebuah pertanyaan.

Dari pertanyaan, lahir penelitian.

Dari penelitian, lahir inovasi.

Dan dari inovasi, terbuka kemungkinan untuk memberikan dampak yang lebih luas.

DURI-LIME adalah cerita tentang bagaimana rasa ingin tahu dua siswa SMA Edu Global Medan berkembang menjadi sebuah karya yang berani dibawa ke panggung kompetisi nasional. Perjalanan menuju final masih berlanjut.

Dan mungkin, dari penelitian sederhana hari ini, akan lahir inovasi yang lebih besar di masa depan.


Please write your comments

Our Activities
Our Activities
Kegiatan Kami

A representative building

What Are They Saying About Edu Global School
What Are They Saying About Edu Global School
Apa Kata Mereka tentang Edu Global School

STUDENT

Gebri Fairuz Chalisa

Sistem Informasi FIKOM (Universitas Brawijaya)

"Program yang paling membantu saya selama di EGS adalah kelas intensif, karena pembelajarannya lebih fokus, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan ujian. Saya juga merasakan suasana belajar yang nyaman dan suportif, dengan guru-guru yang membantu memahami materi sekaligus memberikan motivasi.

Selama belajar di EGS, saya menjadi lebih disiplin dan terarah dalam mempersiapkan ujian. Semoga EGS terus mempertahankan kualitas pembelajarannya dan terus berkembang menjadi lebih baik."

STUDENT

Mochammad Dearian Al-Fadhilan

IUP Manajemen (UNPAD)

"Halo perkenalkan saya Dearian Al Fadhilan, Alumni Edu Global School Medan angkatan 2025.

Selama bersekolah di Edu Global School, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Salah satu yang paling berkesan adalah program Pusdiklat dan latihan bela negara yang mengajarkan saya tentang kedisiplinan, tanggung jawab, serta menghargai orang lain.

Edu Global School memberikan saya banyak pengalaman berharga, terutama dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian melalui berbagai program sekolah. Saya juga sangat terbantu dengan pendampingan para guru dalam mempersiapkan diri menuju jenjang universitas. Dengan fasilitas yang mendukung serta suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, saya merasa sekolah ini menjadi tempat yang tepat untuk berkembang. Semoga Edu Global School terus menjadi yang terbaik dan tetap menjaga hubungan baik dengan para alumninya."

STUDENT

Nadhira Saniyya Siregar

UNPAD (Psikologi)

"The reason we chose this school is because we were looking for a school with a small class system. At Edu Global School, each class consists of no more than 20 students. There are many things I love about this school. One of them is the Overseas Program, where students have the opportunity to learn and experience life abroad — even if they don’t necessarily plan to study overseas. It gives them a glimpse of what it’s like to live and study in another country. So far, my daughter and I feel comfortable and well taken care of at EGS."

PARENT

Sofiza Novira

"Saya orang tua M Ariel Effendi S SMA Edu Global School Medan. Merupakan kebanggaan bagi anak saya menempuh pendidikan selama 3 tahun di SMA Edu Global School Medan. Metode pembelajaran yang baik serta pendekatan guru yang dekat dan fokus pada kebutuhan siswa membantu anak kami memahami pelajaran dan tetap semangat belajar. Berkat bimbingan tersebut, anak saya diterima di Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Fisika melalui jalur SNBT 2024.

Selain akademik, berbagai kegiatan agama dan ekstrakurikuler juga memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan minat dan bakat, termasuk anak saya menjadi pandai dalam bermusik. Terima kasih kepada seluruh guru SMA Edu Global School Medan atas bimbingan dan arahannya. Semoga EGS terus berkembang dan semakin mampu mendukung siswa dalam meraih PTN serta mewujudkan cita-cita mereka. "

PARENT

Herman Sembiring

"Terima kasih kami ucapkan kepada ketua Yayasan EGS beserta guru-guru EGS yg telah mendidik ananda kami Irsyad Hibrizy, sehingga dapat menggali potensi-potensi yangg dimiliki ananda selama belajar di EGS...peran Bapak/Ibu Guru terkhusus wali kelas X, XI dan XII sangat kami rasakan dalam mendidik ananda.

Pendampingan yg luar biasa dan tanpa lelah dri Bapak/Ibu guru dalam mengarahkan utk menemukan minat dan bakat yg sesuai sangat membantu ananda dan kami sebagai orang tua.

Kami merasa peran guru sangat luar biasa mendidik ananda menjadi anak yg mandiri tanpa kami bersusah payah lagi menegur...mengingatkan ananda untuk menyelesaikan kewajiban tugas-tugas sekolah termasuk portofolio ananda yg sangat membantu kelulusan SNBP.

Kedepan, kami berharap Bapak/Ibu guru tetap terus mendidik anak-anak sesuai tuntutan zaman dan tetap menjaga adab / budi pekerti sebagai remaja yg masih sangat butuh pendampingan. "

PARENT

Anita Dewi

"saya selaku dari mama Takamasa berterima kasih atas kesempatan yang di berikan.

Selama Takamasa belajar di EGS kami melihat perkembangan yang sangat baik pada kami Takamasa, baik dari segi pemahaman materi maupun kepercayaan diri dalam belajar, Takamasa manjadi lebih aktif dan menunjukan ketertarikan yang lebih besar dalam proses pembelajaran.

Manfaat yg kami rasakan adalah pembelajaran yang terstruktur dan lingkungan yang suportif, sehingga membantu Takamasa lebih mudah memahami materi, selain itu komunikasi yang baik dari pihak guru juga sangat membantu kami sebagai orang tua untuk memantau perkembangan belajar.

Kedepannya, kami berharap EGS dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta mempertahankan lingkungan yang belajar yang positif dan menyenangkan bagi anak anak, mungkin juga dapat ditambahkan variasi metode belajar agar lebih menarik.

Demikain dari saya selaku dari mama Takamasa,

Terima kasih miss atas dedikasi dan perhatian yang diberikan kepada anak kami Takamasa. "

PARENT

Ade Rahmawati Siregar

"Thank you for the support and care from Edu Global School during Atthar’s learning journey.

We have seen a very positive development in Atthar while studying at EGS, especially in his confidence, independence, and enthusiasm for learning. He has become more responsible with his tasks and more motivated to explore new things.

One of the programs we feel has been very helpful is the interactive learning method and the guidance from teachers who are patient, caring, and supportive. The fun learning activities make Atthar enjoy studying and feel excited to join the classes.

The benefits we have seen are not only in academics, but also in his character development, communication skills, and social growth. EGS has provided a positive and supportive environment for children to grow and learn.

Our hope for EGS is to continue maintaining the excellent quality of teaching and support, and to keep creating creative programs that help children develop their full potential.

Thank you to all teachers and staff at EGS for your dedication and kindness in guiding Atthar. We are grateful to be part of EGS and wish continued success for the school. "

PARENT

Windu Astikapuri

"Perkenalkan, saya orang tua dari Haura Keisha kelas 12D. Tidak terasa yang sebentar lagi akan lulus dan meninggalkan SMA Edu Global. Selama 3 tahun ini yang saya rasakan terhadap Haura banyak sekali perubahan-perubahan dari awal masuk di kelas 10 sampai dengan sekarang berada di akhir kelas 12. Dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk seluruh staf dan guru-guru teritama untuk wali kelas Haura dari kelas 10 sampai kelas 12 atas bimbingan, perhatian, dan kasih sayang dengan tulus terhadap Haura. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak untuk SMA Edu Global."

PARENT

Jaya Mulyadi

" Alhamdulillah, both of my sons have graduated from Edu Global School Medan with very satisfactory results. My first son was accepted into Brawijaya University, while my second son was accepted into the international class of Institut Teknologi Bandung, School of Business Management. These achievements would not have been possible without the guidance of the teachers, who are patient and excellent in educating their students."

PARENT

Eka Mayasari, S.Sos.

"The reason we chose this school is because we were looking for a school with small class system. At Edu Global School, each class consists of not more than 20 or even less than 20 students.

There are many things I like about this school. One of them is the Overseas program, where the students have the chance to learn and experience life abroad, even if they’re not necessarily planning to study overseas. They get a glimpse of what it’s like to live and study in another country. So far my daughter and I feel comfortable and being cared for in EGS."

PARENT

Yanti Safitri

"Alhamdulillah, I see that my child can learn well at EGS. Children are guided by teachers who are able to facilitate and adjust to students' abilities, hobbies and talents, making them more directed. Teachers are close to parents, making it easier for parents to consult and discuss their children's achievements and development. Students do not need to bring many books, because EGS provides guidebooks (worksheet) according to the lessons needed. Hopefully this school will be more successful with more advanced facilities."

PARENT

Dr. Mahmul Siregar, S.H., M.Hum.

"Kolaborasi keluarga dan orang-orang baik serta hebat di sekolah telah mengantarkan putri saya Nadhira Sanniya ke salah satu perguruan tinggi terbaik yang dimiliki negeri ini, Universitas Padjadjaran pada Jurusan Psikologi. Saya menemukan keseimbangan transfer of knowledge dan program yang religius, keseimbangan teoritis dan praktis, serta orientasi pada standar pendidikan yang lebih tinggi, dan juga nuansa kekeluargaan yang membentuk ekosistem untuk memudahkan pembentukan karakter pada diri anak saya dan siswa lain."

Educational Partnership
Educational Partnership
Kemitraan Pendidikan

Join our Community now!

Join our Community now!

Bergabung dengan Komunitas Kami Sekarang!